Alasan menjadi gigolo

Banyak faktor yang menyebabkan pria memilih profesi sebagai gigolo. Kerasnya persaingan mencari nafkah di ibukota, membuat para pria-pria panggilan ini cenderung memilih jalan pintas. Dalam hitungan waktu yang tak begitu lama, para gigolo dapat memperoleh pundi-pundi uang dengan cepat.

Menurut Psikolog Klinis dan Hipnoterapis, ada dua faktor pria memutuskan jadi gigolo. Pertama faktor ekonomi. Berangkat dari kemiskinan, mereka terkejut dengan easy money hasil menjual diri. Faktor kedua karena sang pria memang memiliki seks menyimpang.

“Pria jadi gigolo karena senang seks dengan wanita yang lebih tua.

Dalam kamus gangguan jiwa, gigolo tidak terdaftar. Tidak ada kriteria khusus yang dapat diketahui dalam diri pria sebelum menjadi gigolo. Hampir semua pria bisa menjadi gigolo jika tidak memiliki kontrol diri yang baik.

“Kontrol diri rendah pria mudah jadi gigolo,” imbuhnya.

Lingkungan sekitar juga bisa menjadi pengaruh tetapi tidak bisa menjadi indikasi. Masa kecil kurang mendapat perhatian dan kasih sayang dapat juga mempengaruhi seseorang ketika tumbuh menjadi pria dewasa.

“Gonta-ganti pasangan, gigolo merasa dapat kasih sayang padahal semu,” jelasnya.

Untuk menyembuhkan pria berprofesi sebagai gigolo, perlu dilakukan terapi mendalam. Perlu diketahui akar alasanya terlebih dahulu. Jika alasannya uang, perlu dimunculkan persepsi tidak mudah mendapat uang dengan menjual diri.

“Diajarkan melihat persepsi. Cari uang butuh usaha,” tutupnya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s