Tips PASANGAN BERGAJI LEBIH BESAR

Kesuksesan karir bisa menjadi bumerang bagi pernikahan Anda. Perbedaan pendapatan yang terlalu signifikan bisa menimbulkan konflik tambahan jika tidak diatasi dengan baik.

Pria identik dengan perannya sebagai pemimpin yang bertanggung jawab akan rumah tangganya. Saat sang istri memiliki pendapatan yang lebih maka bisa jadi suami merasa kecil hati. Apalagi jika selisih pendapatannya dengan sang istri terbilang cukup jauh.

Namun bukan berarti masalah ini tak bisa diselesaikan. Anda tak perlu mengorbankan seluruh kesuksesan karir untuk mendapatkan kebahagiaan rumah tangga. Ada cara khusus yang bisa membuat Anda mendapat kesuksesan baik di karir maupun rumah tangga, seperti yang berikut ini.

Jangan mempermasalahkan pendapatan
Pendapatan adalah hal yang penting namun bukan yang paling penting. Usahakan untuk tetap fokus pada hubungan Anda dan tidak terlalu menilai serta membawa masalah apapun ke hal yang berhubungan dengan pendapatan. Jangan sering mengungkit atau membanggakan pendapatan Anda yang lebih besar. Tak ada gunanya Anda melakukan hal tersebut karena hanya akan membuat dia terusik egonya dan bersikap defensif.

Membuat keputusan pengaturan keuangan bersama
Memiliki pendapatan yang lebih besar tak lantas membuat keputusan Anda menjadi absolut. Tetap posisikan diri Anda dan pasangan sejajar saat membicarakan masalah keuangan. Dengan melakukan hal ini, suami tak akan merasa direndahkan. Tanya pendapatnya dan minta persetujuannya ketika melakukan pengeluaran besar. Walau tidak bisa menghasilkan pendapatan yang lebih besar namun pria akan merasa lebih dihargai jika pendapatnya masih didengarkan.

Jangan gunakan pendapatan sebagai senjata
Saat Anda dan pasangan tengah dilanda masalah, jangan gunakan kesuksesan Anda sebagai senjata untuk menyerangnya. Sekali saja Anda melakukan itu, maka selamanya suami Anda akan menganggap kesuksesan Anda sebagai ancaman. Selain dari itu Anda akan membuatnya terluka dan membuat rasa percaya dirinya berkurang. Hal ini bisa berakibat tidak baik karena jika suami sudah merasa tidak percaya diri sebagai pemimpin keluarga maka ia berpotensi mencari pihak ketiga yang lebih menghormati dan menghargai dirinya apa adanya.

Jangan membiayainya
Sebaiknya pikirkan baik-baik sebelum melakukan hal ini. Tak semua suami bisa dengan santai menerima ‘uang jajan’ dari istri. Umumnya pria akan terserang egonya dan merasa sakit hati dengan perlakuan tersebut. Ada kemungkinan juga kepercayaan dirinya bisa hancur karena ia merasa sebagai pihak yang selalu ‘meminta’.

Hargai kontribusinya
Sekecil apapun kontribusinya dalam membiayai rumah tangga, jangan sampai Anda merendahkannya. Ingat, bagaimanapun ia telah berusaha untuk menghidupi keluarga walau belum maksimal. Jangan sampai Anda menunjukkan sikap yang menyakiti hatinya dan membuat kepercayaan dirinya yang baru terbangun menjadi hancur. Bagaimanapun juga suami adalah pemimpin keluarga, seberapa besarnya pendapatan Anda tetap Anda berkewajiban untuk menghormatinya. Dan saling menghormatinya.

Tinggalkan komentar

Belum ada komentar.

Comments RSS TrackBack Identifier URI

Tinggalkan Balasan

Isikan data di bawah atau klik salah satu ikon untuk log in:

Logo WordPress.com

You are commenting using your WordPress.com account. Logout / Ubah )

Gambar Twitter

You are commenting using your Twitter account. Logout / Ubah )

Foto Facebook

You are commenting using your Facebook account. Logout / Ubah )

Foto Google+

You are commenting using your Google+ account. Logout / Ubah )

Connecting to %s